Paito Japaneven

Selamat Datang di Paito Japaneven Togel Japaneven bisa dilihat di website resmi mereka di sini, Pemutaran keluaran pasaran Japaneven setiap hari pada pukul 19.00 WIB. Kami mempunyai Data Togel Japaneven Dengan result yang lengkap dan akurat, yang kami catat dan ambil dari website resmi nya Japaneven agar memudahkan para pencinta togel

Perhatian! Data paito warna Japaneven Diambil dari website livedraw pasaran japaneven: disini. Jika ada kekeliruan data didalam paito, harap langsung merujuk ke sumber asli dari setiap masing-masing pasaran togel yang telah kami sediakan.

Sejarah Japan ( jepang)

Jepang adalah negara yang tidak begitu luas dibandingkan dengan Indonesia. Namun Jepang sudah mampu mengalahkan negara-negara Asia lainnya. Luas negara Jepang sendiri adalah + 378.000km2 (ada pula yang menyebutkan hanya 370.000 km2). Itu berarti hanya 1/25 (seper dua puluh lima) dari negara Amerika.

Sampai dengan kondisi Jepang yang saat ini kita kenal dengan kecanggihan teknologinya, bangsa Jepang ternyata telah melewati aliran waktu sejarah yang panjang, hingga akhirnya terbentuklah karakter mereka seperti yang dapat kita saksikan dewasa ini. Berikut ulasan singkat mengenai sejarah bangsa dimulai dari era prasejarah.

  1. Jepang Zaman Prasejarah

1)    Keadaan Zaman

Pada zaman Pleistosin (zaman es) kepulauan Jepang masih menyatu dengan daratan Asia. Kemudian pada akhir zaman Pleistosin, orang-orang pindah ke Jepang. Orang-orang tersebut dikenal sebagai nenek moyang bangsa Jepang yaitu bangsa Ainu (disebut juga bangsa Ezo atau Emishi).

       Pada zaman Paleolithikum (zaman batu tua) orang-orang hidup dengan membuat alat-alat dari batu kasar dan alat-alat dari tulang.

  Karena pada zaman Jōmon belum dikenal pertanian, orang-orang tinggal dalam kelompok kecil dengan kehidupan berburu dan mencari ikan. Pada zaman Jōmon orang-orang percaya akan adanya roh dalam semua benda yang ada di alam dan menyembahnya (animisme dan dinamisme). Menurut Kojiki (cerita zaman kuno Jepang), setelah dunia terbentuk, turunlah dewa Izanagi no Mikoto dan Izanami no Mikoto. Keduanya menciptakan dewa matahari (Amaterasu), dewi bulan (Tsukiyumi no Mikoto) dan dewi perusak (Susa no Ō no Mikoto). Amaterasu dan Tsukiyumi tinggal di nirwana, sedangkan Susa no Ō tinggal di bumi. Amaterasu menyuruh cucunya Ninigi no Mikoto turun ke bumi untuk memerintah. Dia tiba pertama kali mendarat di Hyuga (sekarang Kyūshū) dan dibekali oleh Amaterasu 3 buah pusaka yaitu Permata Yasaka, Cermin Yata dan Pedang Kusanagi. Amaterasu juga mengirim 5 dewa untuk membantu Ninigi yaitu Ame no Koyane no Mikoto (nenek moyang klan Nakatomi), Futodama no Mikoto (nenek moyang klan Inbe), Ame no Uzume no Mikoto (nenek moyang klan Sarume), Ishikoridome no Mikoto (nenek moyang pembuat cermin), dan Tamaya no Mikoto (nenek moyang pembuat permata). Cicit dari Ninigi dalam sejarah Jepang dikenal dengan nama Jinmu. Dia kemudian mengubah gelar Mikoto menjadi Tennō. Jinmu merupakan kaisar pertama Jepang (Jinmu Tennō). Kemudian Jinmu melakukan perjalanan dan menetap di Yamato. Setelah Jinmu menetap di Yamato dan menjadi kaisar, zaman pra sejarah berakhir dan dimulai zaman sejarah. Sampai sekarang masyarakat Jepang menganggap kaisar dan keturunannya adalah titisan dewa matahari.

Pada zaman batu-perunggu dan perunggu-besi (sekitar tahun 200 SM), masuk kebudayaan dari Cina. Kebudayaan itu terlihat dari bidang pertanian yang menggunakan alat-alat pertanian dari perunggu, besi dan periuk tanah corak baru. Orang-orang sudah mulai menanam padi dan gandum di sawah. Salah satu peninggalan yang terkenal pada zaman ini adalah sebuah periuk yang disebut periuk Yayoi (Yayoi shikidoshi). Periuk tersebut ditemukan di Yayoi-chō (sekarang Tōkyō) sehingga zaman ini dikenal dengan nama zaman Yayoi. Sedangkan alat yang terbuat dari perunggu adalah lonceng perunggu yang digunakan dalam upacara-upacara. Lonceng tersebut dinamakan Dōtaku.